Media & Informasi
Buka Bersama Ramadan 1447 H, PT AMI Perkuat Semangat Bergerak, Bertumbuh, dan Tebar Manfaat
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat tali silaturahmi, PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Hotel Royal Darmo Malioboro. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat makna spiritual dan penguatan nilai perusahaan.
Acara dihadiri oleh Komisaris Utama, Direksi, Kepala Bidang Bina Administrasi Keuangan Daerah beserta jajarannya, serta seluruh karyawan PT AMI. Kehadiran pimpinan dan seluruh elemen perusahaan dalam satu kesempatan mencerminkan soliditas dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi dalam menjalankan roda organisasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Wahyu Saktiaji selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Saudara Pangestu Adi N. Suasana khidmat yang terbangun menjadi pengingat akan esensi Ramadan sebagai bulan refleksi, peningkatan kualitas diri, serta penguatan nilai keimanan.
Direktur Utama PT AMI, Bapak Priyatno Bambang Hernowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat integritas dalam bekerja. Beliau menekankan bahwa sebagai perusahaan milik daerah, PT AMI memiliki tanggung jawab untuk terus bertumbuh secara profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Memasuki agenda inti, tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Nizam Zulfikar, S.I.P. dengan mengangkat tema yang sangat relevan dengan tagline perusahaan, yakni “Bergerak, Bertumbuh, Tebar Manfaat”. Tema ini dikupas secara mendalam melalui telaah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan dan kepemimpinan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Nizam mengajak seluruh hadirin untuk memahami makna “bergerak” sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW sejak usia muda. Pada usia yang relatif sangat muda yaitu 12 tahun, beliau sudah menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan belajar langsung dari kehidupan memalui keikut sertaan beliau berdagang Bersama pamannya.
Perjalanan berdagang dari Madinah menuju Syam yang berjarak kurang lebih 1.495 kilometer menjadi gambaran nyata bagaimana proses kehidupan membentuk karakter dan kapasitas seseorang. Dari perjalanan panjang tersebut, setidaknya terdapat tiga keterampilan utama yang terasah dalam diri Nabi Muhammad SAW.
Pertama, kemampuan fisik. Perjalanan jauh yang ditempuh dengan berjalan kaki maupun menunggang hewan dalam kondisi alam yang tidak selalu bersahabat melatih ketahanan dan kekuatan fisik beliau. Hal ini mengajarkan bahwa proses bertumbuh memerlukan daya tahan dan konsistensi dalam menghadapi tantangan.
Kedua, kemampuan komunikasi. Dalam perjalanan dagang tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan berbagai latar belakang suku dan budaya. Interaksi yang luas membentuk kecakapan komunikasi yang sangat baik. Kemampuan ini membuat banyak orang tertarik pada barang dagangan beliau sekaligus pada pribadi beliau sendiri. Di sinilah kita belajar bahwa komunikasi yang baik adalah kunci dalam membangun kepercayaan dan memperluas jaringan.
Ketiga, keterampilan bisnis. Pengalaman berdagang sejak usia muda membentuk insting bisnis dan kecermatan dalam melihat peluang. Namun, di atas seluruh keterampilan tersebut, terdapat satu modal utama yang menjadikan beliau istimewa, yakni kejujuran. Integritas Nabi Muhammad SAW membuat beliau mendapat julukan Al-Amin, yang berarti orang yang amanah dan dapat dipercaya.

Ustadz Nizam menegaskan bahwa kejujuran adalah fondasi utama dalam dunia usaha. Kepercayaan adalah aset yang jauh lebih bernilai dibandingkan keuntungan sesaat. Dengan integritas yang terjaga, pertumbuhan akan datang secara berkelanjutan dan membawa keberkahan. Dari proses “bergerak” inilah Nabi Muhammad SAW kemudian “bertumbuh”. Dengan keterampilan yang terasah dan integritas yang terjaga, beliau menjadi pribadi yang mampu secara ekonomi. Namun, keberhasilan tersebut tidak menjadikan beliau lalai atau hidup dalam kemewahan berlebihan. Justru sebaliknya, beliau tetap hidup dalam kesederhanaan.
Inilah makna “tebar manfaat” yang menjadi bagian penting dalam tausiyah tersebut. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan umatnya. Beliau senantiasa berbagi kepada mereka yang membutuhkan dan selalu berupaya merasakan kesulitan umatnya. Kepedulian sosial dan empati menjadi ciri kepemimpinan beliau.
Ustadz Nizam mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian materi, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. Prinsip inilah yang sangat selaras dengan nilai-nilai yang diusung PT AMI sebagai perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan sekaligus kontribusi sosial.
Tema “Bergerak, Bertumbuh, Tebar Manfaat” bukan sekadar tagline, melainkan arah perjalanan perusahaan. Bergerak berarti terus berinovasi dan responsif terhadap perubahan. Bertumbuh berarti meningkatkan kapasitas, kualitas layanan, serta profesionalisme. Sementara tebar manfaat berarti memastikan bahwa setiap langkah pertumbuhan membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
Tausiyah yang disampaikan secara inspiratif ini menjadi refleksi bersama bagi seluruh insan PT AMI untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta memperluas kontribusi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan sesi foto sebagai simbol kebersamaan Ramadan 1447 H. Menjelang waktu Magrib, seluruh hadirin berbuka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, kemudian melaksanakan Salat Magrib berjamaah.
Melalui kegiatan Buka Bersama ini, PT AMI tidak hanya mempererat hubungan antar pimpinan dan karyawan, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dalam menjalankan amanah perusahaan. Ramadan menjadi momentum untuk menata niat, memperbaiki diri, dan meneguhkan komitmen terhadap kinerja yang berintegritas.
Dengan semangat “Bergerak, Bertumbuh, Tebar Manfaat”, PT AMI optimis melangkah ke depan sebagai perusahaan yang tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Semoga nilai-nilai Ramadan senantiasa menjadi energi positif bagi seluruh insan PT AMI dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

Postingan Terkait
Baca Juga Postingan Lainnya
Semarak HUT ke-81 RI: PT AMI Gelar Beragam Kegiatan Sambut Hari Kemerdekaan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk menyambut momentum 17 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Agustus dengan berbagai perlombaan yang melibatkan karyawan PT AMI. Beragam lomba digelar untuk membangun semangat kebersamaan dan kekompakan, di antaranya estafet kardus, mancing kerupuk, estafet pukul paku, voli sarung, dan badminton. Tidak ketinggalan, lomba KREASI (Kantor Resik, Estetik, & Asri) yaitu menghias ruangan untuk menumbuhkan semangat, kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas, serta mempercantik suasana kantor dengan nuansa merah putih, agar karyawan nyaman dalam aktivitas bekerja.
Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan jalan sehat pada Jumat, 14 Agustus 2026 yang diikuti oleh karyawan, mahasiswa magang dan direksi PT AMI. Setelah kegiatan jalan sehat, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang berbagai perlombaan sekaligus pembagian doorprize yang menambah kemeriahan perayaan. Pada hari yang sama, PT AMI juga menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Melalui keseluruhan kegiatan tersebut, PT AMI tidak hanya memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga mendorong semangat kebersamaan, kepedulian, dan partisipasi sosial di lingkungan perusahaan.
_1787217444.jpeg)
_1787217444.jpeg)

Subsidi Transportasi Umum di Tengah Efisiensi
Undang-Undang No. 22/2009 menegaskan kewajiban Pemerintah menyediakan angkutan umum, sementara UU No. 23/2014 dan PP No. 30/2021 memberi landasan pemberian subsidi pada transportasi umum kelas ekonomi. Data BPS menunjukkan biaya transportasi masyarakat perkotaan mencapai 11,8%–16,3% dari pengeluaran total, sehingga transportasi umum berperan penting bagi keadilan mobilitas.
Pada 2025, anggaran Kementerian Perhubungan untuk program buy the service (BTS) “Teman Bus” turun menjadi Rp 177,49 miliar dari Rp 437,89 miliar di 2024. Pengurangan ini karena subsidi hanya bersifat stimulus, dan Pemda diharapkan mengambil alih pembiayaan.
DIY menjadi pionir transportasi umum bersubsidi melalui Trans Jogja yang beroperasi sejak 2008. Dengan 19 rute dan 116 bus, subsidi Trans Jogja pada 2025 mencapai Rp 87 miliar. Skema subsidi menutup selisih antara Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan biaya pendukung dengan pendapatan. BOK mencakup investasi, pemeliharaan, SDM, pengelolaan, serta keuntungan. Biaya pendukung meliputi aplikasi tiket, pramugara/i, dan penjaga halte. Pendapatan berasal dari tiket dan iklan bus.
PT Anindya Mitra Internasional (AMI) ditugaskan melalui Pergub DIY No. 527/KEP/2024 untuk mengoperasikan Trans Jogja. AMI mengajukan laporan biaya dan pendapatan setiap bulan untuk diverifikasi Dinas Perhubungan sebelum pencairan subsidi. Namun, keterbatasan fiskal membuat APBD 2026 berpotensi memangkas subsidi. Upaya peningkatan pendapatan dipandang lebih realistis dibanding pemotongan layanan. Target pendapatan bisa ditempuh dengan menaikkan jumlah penumpang dan memperbesar pemasukan iklan. Pemotongan Rp 6,8 miliar setara dengan tambahan 209.870 penumpang reguler per bulan (750.000/bulan). Strategi yang diusulkan antara lain menetapkan “Hari Trans Jogja” untuk ASN, berpotensi menambah 120.000 penumpang per bulan. Selain itu, bila DPRD menggerakkan 1% konstituen menggunakan Trans Jogja, tambahan 145.000 penumpang per bulan bisa tercapai. Pendapatan iklan juga menjanjikan, dengan capaian Rp 2,3 miliar pada 2024 atau lima kali lipat dari 2022. Tambahan Rp 6,8 miliar dapat diraih melalui iklan penuh di 116 bus selama 10 bulan. Meski demikian, risiko ketidaktercapaian target tetap ada sehingga diperlukan monitoring ketat.
Menurut Priyatno Bambang Hernowo, Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional, subsidi transportasi berfungsi menjaga keterjangkauan angkutan umum, meringankan pengeluaran masyarakat kelas menengah bawah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui mobilitas. Transportasi umum juga mengurangi kemacetan akibat kendaraan pribadi, sehingga keberpihakan pemerintah pada layanan publik ini harus tetap dipertahankan.
Sumber : krjogja.com
Ruang Tunggu Trans Jogja di Terminal Giwangan Disesuaikan Mulai 27 Agustus 2026
Yogyakarta, 27 Agustus 2026 - Ruang tunggu bus Trans Jogja di Terminal Tipe A Giwangan akan dipindahkan ke sisi timur mulai 27 Agustus 2026. Penyesuaian lokasi ruang tunggu ini dilakukan untuk mendukung layanan transportasi yang lebih terintegrasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan Trans Jogja. Ruang tunggu baru tersebut berada di sisi paling timur Gedung Tengah Terminal Tipe A Giwangan. Pengguna Trans Jogja yang sebelumnya menggunakan halte Giwangan lama dapat mengikuti petunjuk arah yang telah tersedia untuk menuju lokasi ruang tunggu yang baru. Ruang tunggu tersebut juga telah dilengkapi dengan tempat duduk dan pendingin ruangan, sehingga penumpang dapat menunggu bus dengan lebih nyaman.
Penyesuaian ruang tunggu ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan layanan transportasi publik yang lebih terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat. Untuk menuju ruang tunggu baru, pengguna Trans Jogja dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
- Dari halte Giwangan lama, berjalan ke arah timur menuju Gedung Tengah Terminal Tipe A Giwangan;
- Kemudian ke arah kanan mengikuti petunjuk arah yang tersedia menuju Ruang Tunggu Trans Jogja;
- Selanjutnya masuk menuju sisi paling timur Gedung Tengah
- Setelah tiba di lokasi, penumpang dapat menggunakan ruang tunggu baru untuk menunggu layanan Trans Jogja. Pengguna diimbau untuk memperhatikan petunjuk arah selama proses perpindahan agar perjalanan tetap berjalan dengan lancar.
Meskipun terdapat penyesuaian ruang tunggu, layanan bus Trans Jogja tetap beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 20.30 WIB. Pengguna Trans Jogja diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lokasi ruang tunggu yang baru dan tetap mengikuti informasi maupun arahan petugas di Terminal Giwangan. Penyesuaian fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengalaman perjalanan yang lebih tertib, nyaman, dan mudah bagi pengguna transportasi publik.

Mewujudkan Trans Jogja Maju dalam Talkshow Spesial Hari Perhubungan Nasional di Yogyakarta
Yogyakarta, 18 September 2024 – Harian Jogja dan Studio Star FM 101,3 FM mengadakan Talkshow Spesial Hari Perhubungan Nasional “Transportasi Maju Nusantara Baru”.
Talkshow ini dibuka oleh Bp Thonthowi Djauhari selaku Tenaga Ahli Bid. Komunikasi Media Massa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewakili Menteri Perhubungan Indonesia Bp. Budi Karya Sumadi sebagai key note speaker.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Indonesia mengapresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan sektor perhubungan untuk mewujudkan transportasi yang lebih maju.
“Saya juga mengapresiasi dimana seluruh stakeholder sektor perhubungan berhasil berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan transportasi yang lebih maju dalam sepuluh tahun terakhir” ujarnya.
Sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam sektor perhubungan yakni pengelola layanan angkutan umum bersubsidi Trans Jogja, Bp. Priyatno Bambang Hernowo selaku Diretur Utama PT AMI menjadi salah satu pembicara dalam talkshow tersebut.
Ia mengatakan bahwa dalam pembahasan tentang strategi menarik penumpang, Trans Jogja terus melakukan terobosan dan inovasi yang baru untuk peningkatan layanan dan fasilitas.
“Kami sebagai pengelola Trans Jogja tidak bisa menggunakan cara- cara lama, harus ada terobosan-terobosan yang akhirnya dapat memastikan kenyamanan, kemudahan, dan ketepatan waktu” ucapnya.
Bp. Priyatno Bambang Hernowo juga menegaskan bahwa penumpang Bus Trans Jogja dapat semakin meningkat, apabila terdapat sinergi antara pengelola Bus Trans Jogja dengan pemerintah sebagai pembuat kebijakan.
Saat ini, PT AMI juga sedang mengadakan profiling penumpang Bus Trans Jogja untuk menentukan skala prioritas perbaikan pelayanan.
“Saat ini kami sedang melakukan profiling, sekaligus mengukur antara harapan dan kinerja antara Trans Jogja dengan penumpang” tuturnya.
Selain itu, Bp. Priyatno Bambang Hernowo diakhir sesi mengajak masyarakat agar meningkatkan kesadaran tentang pentingnya beralih ke transportasi publik sebagai solusi untuk menjaga lingkungan, terutama emisi karbon yang dihasilkan oleh transportasi pribadi.
Talkshow Spesial Hari Perhubungan Nasional ini berlangsung sekitar 2 jam dengan menghadirkan pembicara lain seperti Bp. Hari Survijanto selaku Kepala Dinas Strategi Korporasi Perum DAMRI, Bp. Regy S Wijaya selaku Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIY, dan Bp. Rizki Budi Utomo selaku Kabid Lalu Lintas Dishub DIY.