Media & Informasi
Laksanakan RUPS Tahun Buku 2024, PT AMI Raih Pertumbuhan Positif Tahun 2024
PT AMI melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 yang berlangsung di Ruang Lakeswara Loman Park Hotel, Yogyakarta, Rabu (19/03/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh pemegang saham yakni Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, selaku Pemegang Saham Mayoritas, yang menguasakan kepada Bp. Benny Suharsono (Sekertaris Daerah DIY) dan Bp. Eka Budi Harjana selaku Ketua Koperasi Bhakti Sejahtera Mandiri sebagai Pemegang Saham Minoritas.
Adapun, Bp. Wing Wahyu Winarno & Bp. Wiyos Santoso selaku Dewan Komisaris; Ibu Endrawati Utami dan Ibu Rachma Tyasari selaku perwakilan BPKA; Bp. Anom Jun Prahardi S selaku Notaris; seluruh jajaran Direksi PT AMI dan perwakilan manajerial juga turut hadir dalam RUPS Tahun Buku 2024 ini.
Rapat ini membahas sejumlah agenda diantaranya meliputi Pengesahan dan Persetujuan Laporan Tahunan untuk tahun buku 2024, Laporan Keuangan tahun buku 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), permohonan persetujuan kerjasama pemanfaatan Plaza Malioboro.
Agenda lain adalah Permohonan Persetujuan Rencana Bisnis PT AMI periode 2025-2029, persetujuan penambahan usaha, Alokasi Laba Bersih tahun 2024, serta penunjukan KAP tahun buku 2025.
Direktur Utama PT AMI, Bp. Priyatno Bambang Hernowo dalam pemaparan laporan tahunan tahun buku 2024, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2024, PT AMI telah berhasil mencatat beberapa pencapaian dan kinerja yang positif. Salah satunya, terlihat dalam peningkatan pendapatan usaha yang pada tahun 2023 sebanyak Rp 95 miliar meningkat menjadi Rp 105 miliar dengan penambahan laba dari Rp 1,6 milyar ke Rp 6,4 miliar.
Komisaris Utama, Bp. Wing Wahyu Winarno dalam rapat ini juga mengucapkan apresiasi kepada PT AMI atas kinerja yang dilakukan sepanjang tahun 2024 ini.
“Kepada direksi dan karyawan perusahaan, dewan komisaris menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kontribusi yang ditunjukan melalui kinerja yang membaik, serta telah melakukan tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap segala peraturan perundang-undangan.” ujarnya ketika menyampaikan laporan komisaris.
KAP memberikan Opini Wajar dalam semua hal yang material. Kinerja Keuangan dengan memasukan parameter Return on Equity, Return on Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Collection Periods, Perputaran Persediaan, Perputaran Total Aset dan Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva menunjukan peningkatan dari Kurang Sehat (BBB) menjadi Sehat (AA)
PT AMI sebagai BUMD DIY berkomitmen meningkatkan pelayanan dan kontibusi, baik untuk DIY, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Postingan Terkait
Baca Juga Postingan Lainnya
PT AMI Gelar Diskusi “Transportasi Jogja, Integrasi dan Keistimewaan”
Yogyakarta, 16 Juli 2025 — PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI), BUMD yang ditugaskan mengelola dan mengoperasikan layanan Trans Jogja, kembali menginisiasi forum diskusi strategis bertajuk “Transportasi Jogja, Integrasi dan Keistimewaan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (16/07) di Hula Hoop Meeting Room, Loman Park Hotel, Yogyakarta, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor transportasi, pemerintahan, akademisi, dan komunitas.
Diskusi dibuka oleh Direktur Utama PT AMI, Priyatno Bambang Hernowo, yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun sistem transportasi publik yang tidak hanya efisien dan terintegrasi, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai budaya dan keistimewaan Yogyakarta. Forum ini, menurutnya, menjadi ruang bersama untuk menyatukan pemikiran lintas sektor demi menciptakan solusi transportasi yang berkelanjutan.

Sebagai narasumber utama, hadir Ibu Chrestina Erni Widyastuti, Kepala Dinas Perhubungan DIY; Bp. Ikaputra, Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM; serta Bp. Tyo Gilang, perwakilan dari Forum Diskusi Transportasi Yogyakarta (FDTY). Ketiganya memaparkan tantangan aktual yang dihadapi transportasi di Yogyakarta, seperti tingginya rasio kendaraan pribadi, kemacetan musiman terutama di kawasan Malioboro, hingga tantangan infrastruktur transportasi publik yang belum sepenuhnya mendukung kemudahan akses dan kenyamanan pengguna.
Diskusi juga menyoroti kebutuhan mendesak akan integrasi moda transportasi, penyusunan roadmap transportasi berkelanjutan, serta pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Selain itu, dibahas pula urgensi pengelolaan parkir yang lebih terencana, penyesuaian kebijakan dengan pertumbuhan wilayah dan infrastruktur baru, serta penguatan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, PT Jogja Tugu Trans (PT JTT), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Dinas Kebudayaan DIY, Dishub Kota Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), PT Semesta Alam Jogja (PT SAJ), dan Transport for Yogyakarta. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkaya jalannya diskusi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan usulan dari peserta, termasuk pelaku transportasi dan komunitas pengguna Trans Jogja. Mereka menekankan perlunya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan, peningkatan kualitas layanan, serta konsistensi arah pembangunan transportasi yang tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan.
Melalui forum ini, PT AMI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Diskusi ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga bagian dari langkah nyata untuk mendorong terciptanya sistem transportasi yang terintegrasi, inklusif, dan mencerminkan keistimewaan Yogyakarta.
Meningkatkan Sinergi Pembangunan Ekonomi Daerah: PT AMI Terima Kunjungan Kerja dari Komisi III DPRD dan Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Bar
Yogyakarta, 14 Maret 2024 – Jajaran Direksi PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD dan Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bertempat di Kantor Holding PT AMI (Jalan Janti), kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Bapak H. Pinnera Wijaya S.E, beserta 23 anggota lainnya. Tujuan kunjungan adalah untuk melakukan pembandingan terhadap salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebagai komisi yang fokus pada bidang keuangan, kunjungan kerja ini menjadi kesempatan penting untuk bertukar informasi mengenai upaya pengembangan BUMD. Direktur Utama PT AMI, Bapak Priyatno Bambang Hernowo, secara rinci memaparkan strategi pengelolaan masing-masing unit bisnis serta peran PT AMI dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan perekonomian di DIY.
Selama kunjungan kerja, terjadi diskusi yang intensif antara Direksi PT AMI dengan anggota Komisi III DPRD dan Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penekanan mengenai pentingnya kolaborasi antar sektor dalam memajukan ekonomi daerah serta keterlibatan aktif PT AMI dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah juga tak luput dari pembahasan.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi upaya pengembangan dan penguatan BUMD di wilayah Jawa Barat. Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam memberikan kontribusi yang lebih besar demi pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengumuman Seleksi Calon Anggota Direksi Perseroan Terbatas (PT) Anindya Mitra Internasional
Pengumuman Seleksi Calon Anggota Direksi Perseroan Terbatas (PT) Anindya Mitra Internasional dapat diunduh pada pranala berikut:
Sumber : jogjaprov.go.id
Biaya Operasional Trans Jogja Dipangkas, PT AMI Tegaskan Tak Mengurangi Layanan
Pemangkasan biaya operasional kendaraan (BOK) Trans Jogja sebesar Rp6,8 miliar dari Rp87 miliar menjadi Rp81 miliar mendapat respons dari PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku BUMD pengelola. Direktur Utama PT AMI, Priyatno Bambang Hernowo, menegaskan standar pelayanan minimal (SPM) tetap dijaga meski subsidi menurun.
Priyatno menjelaskan subsidi Trans Jogja bersifat net, yakni selisih antara biaya operasional dengan pendapatan tarif maupun non-tarif. Biaya operasional mencakup bahan bakar, depresiasi, SDM, hingga biaya pendukung. Saat ini AMI mengoperasikan 128 unit bus dengan 116 unit aktif melayani 19 rute. Subsidi Rp81 miliar digunakan menutup selisih biaya setelah dikurangi pendapatan.
Meski anggaran berkurang, Priyatno menegaskan layanan tidak boleh diturunkan. SPM harus tetap dipenuhi, mulai dari AC berfungsi, jalur tetap beroperasi, hingga perawatan bus. Untuk menutup selisih, AMI berupaya mengoptimalkan pendapatan non-tarif, terutama dari branding dan iklan di bus. Selain itu, optimalisasi rute juga disiapkan guna meningkatkan jumlah penumpang sehingga pendapatan tarif bertambah sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Mengenai rencana pembukaan trayek baru Jogja–Gunungkidul, Priyatno menyebut masih dikaji. Tambahan rute membutuhkan subsidi baru di luar Rp81 miliar, yang bergantung pada keputusan DPRD DIY.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menegaskan pemangkasan subsidi tidak bersifat mutlak. Jika ke depan dirasa perlu, penambahan bisa diupayakan melalui perubahan anggaran. Ia menekankan kebutuhan pembangunan DIY juga mencakup sektor lain, seperti jaringan irigasi dan peningkatan ruas jalan. Dana hasil pemangkasan subsidi dialihkan untuk belanja irigasi dan penyusunan DED peningkatan jalan melalui DPUPESDM DIY.
Dengan strategi efisiensi dan optimalisasi pendapatan, AMI berkomitmen menjaga layanan Trans Jogja, sementara DPRD tetap membuka ruang fleksibilitas anggaran sesuai kebutuhan
Sumber : harianjogja.com